22/07/17

20 Atlit berprestasi di seantero dunia dari zaman dulu sampai kini (Bagian II)

     Sebelumnya telah saya posting artikel tentang atlit-atlit berprestasi (saya menampilkan 20 orang), tetapi baru 10 atlit, di halaman ini -> 20 Atlit berprestasi di seantero dunia. Baiklah saya lanjutkan 10 atlit berikutnya, dari zaman ke zaman (dulu sampai kini), 11 sampai 20.

   11.  Muhammad Ali
     (1942 Masehi)
Ia lahir dengan nama Casius Clay, pada tanggal 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky. Ketika berusia 12 tahun, ia mulai menekuni tinju. Ia bangun di pagi hari untuk berlari; lalu berlari-lari kecil di sisi bis sekolah untuk menuju sekolahnya. Malam harinya ia melakukan skipping tali,latihan kekuatan,kecepatan dan tinju bayangan di sasana Martin. Dari usia 12 hingga 18 tahun,Clay bertinju dalam lebih dari 100 pertandingan amatir. Ia adalah satu-satunya Juara Dunia kelas berat tiga kali, dan mempunyai rekor 56 kemenangan dan 5 kalah,dengan 37 menang KO dan 19 kali mempertahankan gelar. Ia memenangkan sarung tinju emas nasional untuk kelas ringan – berat pada tahun 1959 dan Persatuan Atletik Amatir di tahun 1959dan 1960. Juga pada tahun 1960, meraih medali emas Olimpiade. Bergabung dengan sebuah sasana tinju di Lousville untuk terjun ke dunia tinju pro. Dengan Angelo Dundee sebagai pelatihnya,ia memenangkan pertandingan pro pertamanya pada tanggal 29 Oktober 1960 atas Tunney Hunsaker. Menjelang musim gugur tahun 1962, ia telah meraih kemenangan 16 kali berturut-turut. Tingginya 6 kaki 3 inci, dan sangat cepat.Pada tahun 1964, ia memukul KO Sonny Liston pada ronde ke – 7 untuk menjadi juara dunia kelas berat.Tidak lama kemudian, ia masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Muhammad Ali. Tahun 1971, Joe Frazier menang atas Ali dalam 15 ronde, namun pada pertandingan mereka kedua, ia menang ketika gelar juara dunia direbut oleh George Foreman. Pada pertandingan ulangan melawan Leon Spinks, Ali memenangkannya. Ali pensiun dari tinju pada tahun 1979.




12.  Vasili Alexeyev
(1942 Masehi)
Vasili Alexeyev adalah atlit angkat besi terbesar dalam sejarah Uni Soviet. Ia memenangkan medali emas berturut-turut,1972 dan 1976. Juga, juara dunia sebanyak 8 kali,serta tak terkalahkan dalam kompetisi dari tahun 1970 hingga 1978. Ia tampil ke pentas dunia pada tanggal 24 Juni 1970, ketika ia memecahkan rekor dunia untuk angkatan press,jerk dan gabungan dari ke tiga jenis angkata. Ia juga menjadi orang pertama dalam sejarah yang mampu mencatat angkatan total seberat kira-kira 700 kilogram. Pada bulan September 1970, ia berhasil mengangkat (dengan angkatan jerk) barbel seberat lebih dari 250 kilogram, guna memecahkan rekor dunia secara cukup tajam. Pada Olimpiade Munich 1972, ia berusia 30 tahun dan mempunyai berat sekitar 170 kilogram ~ sebuah kondisi ideal. Angkatan press,snatch dan jerk-nya serta gabungan dari ketiganya adalah rekor Olimpiade sepanjang masa : 519, 386, 507 dan 1411,dengan hasil sebuah medali emas. Pada  Olimpiade Montreal tahun 1976, ia mencatat rekor Olimpiade untuk snatch (200 kilogram) dan jerk (280 kilogram),dengan angkatan total sekitar 480 kilogram (angkatan press tidak disertakan lagi saat itu). Dari tahun 1970 hingga 1977, Alexeyev telah mencetak 80 rekor dunia. Tahun 1978 ia mengundurkan diri dari olahraga ini.



  13.   Franz Beckenbauer
(1946 Masehi)
Franz Beckenbauer dilahirkan pada tanggal 11 September,1945 di tempat yang kemudian disebut Jerman Barat. Ia membuktikan dirinya sendiri sebagai seorang inovator luarbiasa dan seorang pemimpin team yang cerdas. Ia menjadi penemu posisi “penyapu / sweeper “ dalam sepak bola.Ia juga salah seorang pendukung utama untuk sepakbola gaya baru yang muncul di awal tahun 70’an, yang berarti bahwa setiap pemain harus siap untuk bermain di posisi manapun di tengah lapangan. Ia menjadi kapten team Jerman Barat untuk memenangkan Piala Dunia di tahun 1974, dan menunjukkan bakatnya dengan melatih team Jerman barat untuk menjasi juara dunia lagi di tahun 1990. Ia mendapat gelar “Pemain Eropa terbaik tahun ini” duakali, yaitu pada tahun 1972 dan 1976, ketika sedang bertanding atas nama Jerman Barat. Beckenbauer melanjutkan karirnya sebagai pemain di New York Cosmos pada tahun 1977,1978, 1980 dan 1983.

   14.   Sawao Kato
     (1946 Masehi)
Pesenam terbesar Jepang dalam sejarah ini dilahirkan pada tanggal 11 Oktober 1946. Ia bekerja keras, melatih kemampuan senamnya sambil meniru semangat bersaing yang menjadikan Jepang peserta Olimpiade terkemuka sejak akhir tahun ’60-an dan seterusnya. Ia memenangkan 8 medali emas dalam cabang senam ~ lebih dari pesenam putra lainnya, pada Olimpiade tahun 1968 di Mexico City, Olimpiade 1972 di Munich dan Olimpiade 1876 yang diselenggarakan di Montreal. Ia meraih 3 perak dan 1 perunggu pada pertandingan tersebut. Ia memenangkan senam serba bisa di tahu 1968 dan 1972; ia juga merebut emas untuk tiang sejajar pada tahun 1972 dan 1976. Sawao juga adalah bagian dari team pesenam Jepang yang memenangkan medali emas untuk senam team gabungan pada tahun 1968 dan 1972.

   15.  Mark Spitz
         (1950 Masehi)
Atlet cabang olahraga renang ini lahir di Modesto, California,pada tanggal 10 Februari 1950. Ia adalah atlit yang pertama memenangkan 7 medali emas dalam satu Olimpiade. Ia juga memenangkan dua medali emas dalam pertandingan beregu di Olimpiade Mexizo pada tahun 1968, ditambah sebuah perak di 400 dan 800 meter gaya bebas estafet. Spitz membuat sejarah pada Olimpiade 1972 di Munich. Ia mencatat rekor dunia dan memenangkan medali emas untuk seluruh pertandingan perseorangan yang ia ikuti. Pada 100 meter gaya bebas,ia mencatat rekor 51.2 detik. Ia menciptakan rekor  1:52,8 menit untuk 200 meter gaya bebas.Ia memenangkan gaya kupu-kupu 100 meter dengan 54,3 detik,dan mencatat rekor ke empat dengan 2 07 di 200 meter gaya kupu-kupu. Mark Spitz telah menciptakan 23 rekor dunia dan 35 rekor Amerika untuk cabang renang, dan adalah pemenang medali emas terbanyak untuk satu Olimpiade.




   16.   Christ Evert
(1954 Masehi)
Christ dilahirkan di Fort Lauderdale, Florida, pada tanggal 21 Desember 1945 dengan nama Christine Marie Evert. Ia tumbuh di dalam sebuah keluarga dimana tenis adalah olehraga yang dicintai. Ayahnya dan keempat putri mereka adalah para pemain yang setia; anak-anak memenangkan kompetisi, dan sang ayah melatih mereka. Chris mendapat raket pertamanya ketika berusia 5 tahun. Pada usia 12 tahun, ia menduduki peringkat kedua nasional untuk kelompok itu; pada usia 14 dan 16, ia sudah menjadi peingkat pertama nasional untuk kelompok umur tersebut. Pada HUT-nya yang ke-16, ia memenangkan 46 pertandingan secara berturut-turut. Kemudian ia memulai debutnya di Amerika Terbuka di Forest Hills, mencapai semifinal, dan mencetak rekor sebagai wanita termuda yang mampumelakukannya. Pada usia 17, ia menjadi juara di turnamen Virginia Slims di Boca Raton ~ turnamen wanita dengan hadiah terbesar waktu itu. Tahun 1973 adalah tahun pertama sebagai pemain pro. Pada tahun 1975 ia menduduki peringkat satu dunia, dan meraih gelar Amerika terbuka-nya yang pertama,mengalahkan juara Australia yang terkenal,Evonne Goolagong ~ 5-7, 6-4, 6-2. Ia mempunyai rekor istimewa dengan 157 kemenangan dalam berbagai turnamen; ia merebut setidaknya 1 gelar tunggal dalam Grand Slam yang diikutinya dari tahun 1974 hingga 1986.




17.    Bernard Hinault
(1954 Masehi)
Bernard Hinault adalah salah satu juara balap sepeda terbesar.  Dilahirkan pada tanggal 15 November 1954. Ia datang untuk mendominasi lomba sepeda terbesar di dunia, Tour de France, memenangkannya 5 kali,dari 1978 hingga 1985. Hinault terpilih menjadi “Atlit top Perancis selama 60 tahun terakhir” pada tahun 1986. Hinault memenangkan Tour de France pertama-nya pada tahun 1978, dengan waktu 108 jam 18 nenit. Pada 1979,Hinault menang lagi, dengan waktu 103:06.50. Lomba dimulai pada tanggal 27 Juni, dan Hinault mencapai garis finish pada tanggal 22 Juli. Jarak yang ditempuh membentang dari Leiden, Belanda, ke Paris, total sejauh 2200 mil, dan para pembalap melintasi jarak itu dalam etape-etape yang masing-masing jauhnya kira-kira 100 mil. Tour tahun 1981 yang mempunyai rute dari Nice ke Paris, dengan jarak 2325 mil, dibagi ke dalam tahap-tahap yang masing-masing berjarak 110 mil; Hinault memenangkan 5 dari tahap-tahap ini, dan dengan melakukannya secara otomatis memenangkan lomba. Hinault pensiun dari lomba pada usia 32, tanggal 14 November 1986.

   18.    Magic Johnson
(1959 Masehi)
Dilahirkan pada tanggal 14 Agustus 1959, Ervin Johnson memperoleh gelar “magic”nya berkat kemampuan bermain basket-nya yang luar biasa. Ia adalah peraih MVP pada kehuaraan NCAA di tahun 1979, ketika ia memimpin Michigan State untuk mencatat kemenangan 75-64 dan merebut gelar juara. Johnson bermain basket pro bersama Los Angeles Lakers dan memimpin team-nya hingga memenangkan 5 kejuaraan NBA. Ia tercatat menjadi MVP sebanyak 3 kali (tahun 1987, 1989 dan 1990); dan 3 kali (tahun 1987,1989 dan 1990); dan 3 kali MVP pada babak play-off, tahun 1980,1982 dan 1987. Memimpin di liga untuk rekor assist total sebanyak 9921,Johnson ditunjuk menjadi inti 1ll-NBA 9 kali, 8 diantaranya secara berturut-turut. Salah satu dari pribadi paling menarik dalamolahraga ini,mengejitkan dunia ketika menyatakan mundur dari basket: HIV positif pada dirinya membuat para pemain lain tidak berani bersentuhan dengannya dalam pertandinga. Tahun 1992.ia bermain kembali di NBA all-star dan mencatat 25 angka dalam pertandingan. Ia melengkapi catatan rekor-nya menjadi 2320 assist dan 358 steals. Pada Olimpiade Barcelona 1992,ia turut bermain sebagai angoota regu “Dream team” Amerika, dan meraihgelar juara mengalahkan Kroasia di final, 117-85. Sbelum musim kompetisi 1992-1993 dimulai, ia kembali mengundurkan diri dari basket.




   19.   Carl Lewis
(1961 Masehi)
Carl Lewis memenngkan 4 medali emas pada Olimpiade 1984. Ia mempunyai reputasi sebagai salah satu sprinter terbesar pada era modern. Lewis adalah satu dari atlit lompat jauh terbaik dan paling kompetitif di dunia,dengan lebih dari 62 lompatan mencapai jarak di atas 28 kaki. Rekornya adalah 9.86 detik untuk 100 meter sprimt, dicatat dalam kejuaraan dunia Tokyo pada tamggal 25 Agustus 1991.Hingga saat ini, ia telah mengkoleksi 8 medali emas dari kejuaraan-kejuaraan atletik dunia; 3 untuk lari 100 meter, yakni 1983, 1987 dan 1991; 3 untuk 400 meter lari estafet, tahun 1983, 1987 dan 1991; dan 2 lompat jauh, tahun 1983 dan 1987. Ia juga memenangkan hadiah Sullivan unruk Atlit Amatir Istimewa tahun 1981. Lewis beraa dalam jajaran 10 besar untuk medali Olimpiade terbanyak yang dimenangkan oleh atlit putra. Ia memenangkan 2 medali emas dan 1 perak pada Olimpiade 1988; dan 2 medali emas pada Olimpiade 1992. Seluruhnya lewis meraih 16 medali emas pada kejuaraan dunia dari kompetisi tingkat atas untuk lari sprint dan lompat jauh pada penghujung tahun 1993.


   20.   Wayne Gretzky
(1961 Masehi)
Wayne Gretzky adalah pemain hockey paling dominan dalam sejarah. Ia digelari “Orang besar” oleh para pecandu hockey. Selain koleksi rekornya yang menakjubkan, ia juga mempengaruhi bagaimana permainan ini dimainkan, dengan kecerdikan yang mampu menekan, namun tidak sepenuhnya melenyapkan. Ia dilahirkan pada tanggal 26 Januari 1961 di Brantford, Ontario. Ayahhnya pernah bermain di team hockey yunior, dan Wayne adalah penggemar sepatu luncur sejak mulai dapat berjalan. Arena es di belakang rumahnya membantu juga. Sang ayah melatihnya dalam smua gerakan dasar, dan ketika Gretzky berusia 6 tahun, ia sudah berkompetisi melawan anak-anak berusia 10 tahun. Ia mulai terjun sebagai pemain profesional pada usia 17 tahun, bersama Indianapolis Racers dari Liga Hockey Dunia ~ atlit termuda di Amerika utara yang bermain hockey di team olahraga pro terbesar. Wayne bergabung dengan Edmonton Oilers dari Liga hockey nasional NHL. Dalam 8 tahun pertamanya di NHL, ia memenangkan MVP sebanyak 8 kali berturut-turut; memimpin liga untuk skor selama 7 tahun; merebut gelar MVP dalam play-offs di tahun 1985. Gretzky kini memegang atau berbagai 63 rekor NHL, termasuk semua rkor terpenting. Catatan prestasi selama karirnya hingga Maret 1994 adalah : 1646 assist,2448 angka, dan 49 pertandingan dimana ia mencetak 3 atau lebih gol.


       Demikianlah postingan tentang atlit-atlit berprestasi, gambar atlit tidak semuanya ditampilkan.

Semoga berguna.






21/06/17

Koleksi kaset (pita) yang agak terlupakan, karena kemajuan teknologi digital


     Berbicara dunia hobi, terutama yang berhubungan dengan industri musik, kita sudah mengalami beberapa pasang surut dimana negara kita memang penyumbang devisa dari transaksi jual beli kaset, CD, VCD hingga DVD. Ketika jaman kaset-kaset merajai kawula muda dan dewasa pernah terjadi kasus-kasus pembajakan, dimana beberapa oknum menyalah gunakan wewenangnya, karena demi untuk meraup keuntungan semata. Seorang musisi dunia yang pernah ngetop dijamannya seperti  Bob Geldof pernah kecewa dan marah melihat kenyataan tersebut, itu terjadi di tahun 80-an, sudah sangat lama sekali. Indonesia ketahuan mengedarkan kaset "bajakan resmi" album Live Aid sebanyak 1,5 juta copy sampai ke luar negeri. Tentu saja dia marah...lha wong dialah penggagas proyek Live Aid yang melibatkan puluhan musisi besar dunia. Menurut Fakhri Zakaria (Rolling Stone) kondisi ini disebabkan keluarnya Indonesia dari Konvensi Berne pada tahun 1958 agar masyarakat Indonesia dapat menggunakan ciptaan dari negara-negara Barat tanpa harus membayar royalti. Sehingga sejak 1958 hingga tahun 1988 hampir semua album musik dari musisi internasional yang diedarkan di Indonesia adalah produk ilegal. (sumber : http://musickviewer.blogspot.co.id). Bahkan artis-artis Indonesiapun hingga kini terus mengkampanyekan, untuk tidak membeli yang bajakan. Inti dari semua ini, dengan melihat realita yang terjadi di negara kita adalah karena belum adanya kesadaran atau awareness pada setiap individunya, mereka mempunyai alasan yang tidak dapat dipungkiri, sesuai dengan kebutuhannya, walaupun itu dari beberapa strata ekonomi atau sosial yang berbeda.




     Lama saya tidak pernah menyentuh barang-barang di dalam laci kamar, yang ternyata ada beberapa koleksi  kaset. Kaset-kaset itu adalah pita kaset yang bisa disetel dan didengarkan untuk menemani dan menghiburku. Di zaman sekarang telah terjadi perubahan, di teknologi digital setelah ada CD,MP3 , dan Ipod, kita dapat dengan mudah mencari baik itu di toko-toko, di radio broadcast dengan system computerize, bahkan anda bisa me-request lagu yang anda inginkan dengan begitu cepatnya, begitu ada daftar request maka diputarlah lagu yang diminta. Bahkan setelah era MP4, dan VCD serta DVD, maka anda akan menyaksikan musisi atau artis yang sering anda dengarkan (dulu hanya mendengarkan suaranya saja), sayapun sekarang bisa menyaksikan musisi kelas dunia dari jaman dulu hingga kini, seperti di Youtube misalnya.  Dahulu kala di zaman saya masih SMP dan SMA (zaman Orba), saya masih bisa membeli pita kaset dengan harga yang jika dibandingkan dengan yang sekarang, mungkin membuat anak muda  generasi sekarang akan heran atau tertawa, atau bengong, ya dengan harga hanya Rp 2500,- saja anda bisa membeli kaset, bahkan di generasi sebelum saya mungkin hanya Rp 2000,- atau seribu saja !, tapi dulu harga segitu dirasa sesuai.  Saya pernah mengalami pada masa sekolah, menyisihkan uang jajan  untuk membeli kaset ini, dan hunting musik yang lagi populer di jaman itu. Menurut informasi, harga kaset-kaset itu kini berkisar antara Rp 15.000,- untuk kaset barat, dan Rp 12.500,- untuk kaset Indonesa. Pada sampul kaset biasanya tertera harga kaset, dan ada pula yang disertai bandrol atau tulisan mungkin PPN (kaset barat/asing dan Indonesia), tergantung perusahaan rekaman kaset tersebut. itupun yang saya ketahui hingga sekitar satu atau dua tahun yang telah lalu, untuk saat ini saya tidak tahu berapa harganya.






      Di Bandung ada beberapa tempat yang  masih menjual kaset-kaset antik, lokasinya di Cihapit, ada yang berupa kios, ada yang pedagang kaki lima, sama seperti di sekitar alun-alun, mereka ada di emperan. Beberapa tahun kebelakang saya pernah mengunjungi salah satu toko (di Bandung), yang menjual kaset dan mayoritas adalah kaset-kaset antik, meskipun ada juga kaset yang lebih baru juga dipajang dan terdapat juga CD,  tempatnya di Jalan Cipaganti, bahkan tidak cuma kaset yang tersusun rapi, ada juga piringan hitam jadul (original) yang lumayan lengkap, serta beberapa CD musik. Pengunjung yang datang atau hendak membeli sesuai pilihannya bisa mencoba dan memutar ditempat, disediakan audio dan headset. Kini sepertinya sudah tidak ada, tidak tahu pindah kemana ?. Informasi lainnya jika ada yang mencari kaset-kaset antik ada satu tempat lagi di kawasan Jalan Dipati Ukur, yang dikenal dengan DU 68, bagi pencari rekaman lagu lagu lama yang vintage (Antik), disinilah tempatnya, menurut informasi disini banyakan rekaman dari tahun ‘70-an dan ‘80-an.


      Salah satu produksi kaset dengan sampul ciri khas

      Pelanggan yang datang ke DU 68 ada yang dari luar negeri seperti dari AS dan Jepang, dengan sebagian besar berasal dari Jepang dan Belanda. Menurut informasi  seorang profesor dari AS bernama Andrew N. Weintraus mengunjungi toko tersebut dan menulis sebuah buku tentang musik dangdut. Harga kaset misalnya untuk jenis musik rock seperti Ozzy Osbourne edisi terbatas, misalnya, bisa terjual lebih dari Rp 1.000.000 (US $ 103,4). Harga tercatat sebagian besar mulai dari Rp 30.000 dan kaset dari Rp 10.000,-.


Alasan orang masih mencari kaset antik

      Ada beberapa hal yang membuat orang masih mencari kaset-kaset antik ini, diantaranya :

-     Untuk menambah koleksinya, selain memang hobi musik dan suka mengoleksi (kolektor), sama seperti seseorang hobi mengoleksi perangko, atau barang-barang tertentu.
-       Mencari pengganti kaset yang dimilikinya di masa silam, karena hilang atau rusak, dan berharapmenemukan penggantinya tersebut.
-       Ada nilai historisnya, atau sebagai memori atau kenangan dari masa lalu dan ingin memutar kembali lagi-lagu dan musik favoritnya.
-       Bagi seniman atau musisi, karena tuntutan untuk membawakan kembali, ada pula beberapa seniman yang mengaransemen  atau mendaur ulang (recycle) lagu-lagu atau musik  lama dan berksperiman untuk membuat menjadi lebih baru.
-    Faktor usia, biasanya generasi yang sudah dewasa, atau remako (remaja kolot), yang masih ingin memutar kaset lama, dan untuk hiburan saja.
                    

      Selain hal-hal yang disebutkan diatas, hal lain misalnya karena tidak sengaja, atau terbawa teman akhirnya ikut-ikutan membeli. Dan ada juga yang sengaja membeli untuk dijual kembali (faktor ekonomi), he he he…. Seperti ada teman saya (tidak saya sebutkan nama), yang sampai sekarang masih hobi mengoleksi kaset-kaset ini, serta dia juga menjalankan jual beli kaset sudah cukup lama, serta piringan hitam dan CD. Untuk pemutar kaset atau radio kaset, sekarang sudah jarang yang menggunakannya. Tetapi teman saya masih memiliki radio kaset lama, dan bahkan pemutar piringan hitam. Saat ini saya tidak sempat memutar pita kaset, karena selain radio kaset (terutama yang pemutar pita kaset) rusak dan belum diperbaiki, sementara hanya radio saja yang saya gunakan. Bagi yang benar-benar hobi kaset-kaset ini biasanya mereka lebih apik, merawat dan menyimpannya dengan baik, karena biasanya jika pita kaset disimpan ditempat yang lembab, akan berjamur, hingga akhirnya rusak Ada tips agar kaset tidak menurun kualitasnya ; Mainkan kaset dari awal sampai akhir di kedua sisi sehingga kasetnya akan berputar dan memainkannya setidaknya dua kali seminggu untuk mencegah debu dan jamur menutupi permukaan, sehingga mengurangi kualitasnya. Jangan menaruh kaset Anda pada speaker karena magnet di dalam speaker. Kaset harus ditumpuk secara horizontal, bukan secara vertikal dan disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Kaset harus dibersihkan minimal tiga kali seminggu.



       DU 68 di Bandung, tempat para pemburu kaset antik   


      Fenomena dimana masyarakat masih konsumerisme adalah kenyataan. Apalagi di jaman sekarang, yang serba instan sebagian besar mayarakat ingin turut menikmati industri hiburan dengan mudah didapat, entah dari mana mereka mendapatkannya, dengan harga terjangkau, sementara mereka belum memahami bahwa kualitas barang berbeda-beda. Karena apapun jenis barangnya (buka cuma kaset atau CD), tetaplah barang yang orisinil dan harga yang lebih pantas (mahal itu relatif), pasti kualitasnya akan jauh lebih baik. Untuk saat ini, terus terang saya sudah tidak pernah membeli kaset-kaset ini, untuk mendengarkan musik dan lagu saya sering mendengarkan lewat MP3. 

   Demikianlah sekedar berbagi.