20/05/17

Sir Isaac Newton (Ilmuwan), namanya dikenal hingga kini (bagian 2)



Gagasan-gagasan baru  Isaac Newton
         Ketika itu Isaac Newton berada pada masa hidup dibawah naungan gedung-gedung Cambridge, tak disangka ketika itulah Newton mulai merumuskan cikal bakal teori tentang gaya dan gerak yang kelak akan membuatnya termasyhur. Dari sini pula, ia mengembangkan gagasan-gagasannya tentang sifat cahaya serta bagaimana sepotong kaca yang bentuknya khusus, disebut prisma yang dapat menggunakan cahaya ke dalam warna-warna pelangi dari merah hingga ungu. Dan jalan-jalan bersusun batu di Cambridge serta di bawah keteduhan menara-menara kota itulah Isaac Newton pertama kali berpikir tentang gravitasi serta gagasan-gagasan lain yang bertahun-tahun kemudian diakui oleh seluruh dunia.
        Tetapi mula-mula ia harus memikirkan cara untuk memahami secara menyeluruh gagasan-gagasan rumit tersebut. Newton tahu bahwa ia harus menggunakan matematika tingkat lanjutan yang sangat tinggi. Unyuk mengungkapkan rahasia alam semesta. Ia harus mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan itu. Berkat pernyataan penulis pertama biografi Newton sebagai berikut : “Berdasarkan pengamatan saya sendiri, walaupun Sir Isaac seorang yang sangat serius menganut pola pikir yang teratur, namun saya sering melihatnya tertawa, dan dalam kesempatan-kesempatan yang agak santai ia sering melontarkan pepatah-pepatah yang kadang-kadang jenaka. Dalam pergaulan ia sangat luwes, sopan, dan ramah. Ia juga mudah tersenyum, atau bahkan terbahak.....Bila sedang bersama-sama, ia tidak ingin sendiri, bahkan mau mendengarkan orang lain.” ~ W. Stukeley, Penulis pertama biografi Newton.

Penemuan
        Pada suatu Minggu sore di awal musim semi tahun 1664, Isaac Newton dan John Wickins secara iseng berjala-jalan ke sebuah pekan raya yang kebetulan sedang diselenggarakan di Cambridge. Ketika keduanya berjalan dari satu stand ke stand lainnya, mereka terpaku pada sebuah benda aneh yang berkilauan ketika terkena cahaya matahari sore. Benda itu adalah sebuah prisma. Isaac tertarik karena keindahannya dan terpesona oleh kehalusan permukaannya. Dan naluri ilmiahnya membuat ia langsung menyadari bahwa dengan benda itu ia akan dapat bereksperimen, kerena itu ia membelinya. Begitu kembali ke asrama, ia mulai bereksperimen dengan prisma tersebut. Berikut cuplikan dari Isaac Newton : “ Aku terus menekuni teka-teki ini, dan menunggu sampai sinar pertama sang surya mengintip perlahan-lahan, sedikit demi sedikit hingga akhirnya menerangi pagi yang indah”.

Efek Pelangi    
      Newton mulai meneliti sifat-sifat cahaya sejak pertama kali melihat prisma kaca di sebuah pekan raya di Cambridge. Dalam eksperimennya yang pertama, ia menjumpai bahwa apabila seberkas cahaya putih dipancarkan melalui sebuah prisma, prisma tersebut menguraikannya menjadi sebuah pelangi. Tatanan cahaya yang teruarai ini disebutnya spektrum, dan pita-pita cahaya yang tampak olehnya adalah dari warna ungu di bagian atas hingga merah di bagian bawah.

Gravitasi
       Ketika masih tinggal di kampus, Isaac Newton pernah berkelakar tentang gagasan bahwa beberapa gaya dalam alam bekerja dari jarak jauh. Gagasan bahwa sebuah benda dapat mempengaruhi benda lain meskipun keduanya tidak terhubung dengan kawat atau tali dipandang tidak lumrah sehingga hanya sedikit ilmuwan yang berani membayangkan hal itu. Meskipun demikian bukti-bukti semakin kuat bahwa gaya yang dimaksud sungguh ada, misalnya gaya yang menyebabkan planet-planet tetap dalam lintasan masing-masing. Berikut ini salah satu biografinya : “Yang penting bagi Newton, ia mengenali kemampuannya sendiri karena ia memahami kebermaknaan hasil-hasil perolehannya, Ia tidak sekedar membandingkan dirinya dengan prestasi rata-rata orang Cambridge, lebih dari itu, ia menyejajarkan dirinya dengan tokoh-tokoh terkemuka di kalangan ilmuwan Eropa yang buku-bukunya telah dibacanya" ~ Richard Westfall, dari biografinya, “Never at Rest”. Dan biografi lainnya sebagai berikut : “Newton adalah orang pertama yang melihat dengan jelas bahwa sebuah penjelasan bila perlu atau mungkin boleh diberikan belakangan. Mula-mula ia mengumpulkan fakta-fakta, lalu membentuk teori yang cocok dengan fakta-fakta tersebut dan dapat disekspresikan secara matematik. Selanjutnya dengan matematika dan logika ia mendeduksi akibat-akibat teorinya, dan sekali lagi memperbandingkannya dengan fakta-fakta melalui pengamatan dan percobaan, kemudian melihat apakah kesesuaian antara keduanya sudah lengkap”. ~ W C. Dampier


 
 Isaac Newton

Dosen matematika
     Tidak lama sesudah kejadian saat Nicolas Mercator (seorang pakarmatematika dari Denmark), menerbitkan sebuah buku berjudul Logarithmotechnia, dan setelah Isaac membacanya dan terkejut serta panik, karena Mercator menulis tentang jurus-jurus matematika dimana Newton sendiri telah menemukannya jauh sebelum itu, singkatnya karena Isaac belum menerbitkan karyanya, dan satu-satunya orang berpengaruh yang tahu bahwa dialah orang pertama yang menemukan cabang matematika baru itu adalah Isaac Barrow. Newton meminta bantuan Isaac Barrow, untuk  menerbitkan  naskah asli secaraanonim dan mengedarkannya di kalangan rekan-rekannya yang berpengaruh bauik di Inggris maupun di daratan Eropa. Hanya dalam tempo dua hari, Newton telah memperbanyak makalahnya dan selanjutnya Isaac Barrow segera mulai mengedarkannya. Setelah itu Isaac Barrow memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai dosen matematika di Trinity College karena bermaksud memperdalam studinya sendiri. Ia mencalonkan Newton sebagai penggantinya. Rektor universitas menyetujui usulan ini sehingga, dalam usianya yang baru dua puluh enam tahun, Isaac Newton menjadi dosen matematika yang paling muda di Cambridge.
       Berikut ini biografi lainnya : “Perhatian, kebijaksanaan, dan sikap hati-hati adalah suatu bagian yang mendasar dari sifat Newton. Kecenderungan dasar untuk selalu gembira dalam dirinya, seperti juga tendensi untuk kurang ramah, akan menjadi kuat. Berasal dari lapisan bawah keluarga baik-baik, ayahnya tak dapat memberikan sesuatu untuk namanya, Newton menghadapi kesulitan dalam keluarganya untuk memehami minat intelektualnya; seorang genius tidak mudah dipahami ketika iamasih hidup dan ia baru bisa dihargai setelah meninggal dunia” ~ Rupert Hall. kemudian masih dari biografinya Richard Westfall : “Newton...terlalu mendambakan hasil yang paling sempurna,karena itu hampir tidak pernahyakin bahwa karyanya siap untuk diterbitkan”. ~ Rupert Westfall, dari biografi “ Never at Rest”

“Karya besar Isaac Newton Principia Mathematica, yang ditulisnya hanya dalam delapan belas bulan, diterbitkan dalam tahun 1687. Buku ini memuat seluruh karya penelitiannya mengenai mekanika dan oleh banyak orang dianggap sebagai karya ilmiah paling besar yang pernah dihasilkan manusia”. ~ James Carvell, dari “Famous Names in Engineering”.


Sebuah konsep yang praktis
        Dalam waktu bebertapa tahun saja sesudah Principia diterbitkan, gagasan tentang kelembaman, serta akibat-akibat keua hukum yang lain, telah mulai mengubah cara berpikir para ilmuwan dan rekayasawan lain. Mereka menyertakan hukum-hukum Newton dalam perancangan mesin-mesin dan peralatan-peralatan ilmiah, jam dan alat-alat beroda, atau apa pun yang menyangkut bagian-bagian bergerak. Isaac Newton telah meletakkan dasar-dasar untuk pembentukan babak yang sama sekali baru dalam dunia ilmiah, yang sekaligus melicinkan jalan menuu terjadinya revolusi industri.

Penerapan di zaman modern
        Arsitek dan insinyur sipil juga memperoleh manfaat dari Principia. Hukum-hukum Newton tentang gaya membantu memecahkan maslah-masalah dalam pembangunan struktur-struktur yang modern serta gedung-gedung pencakar langit yang megah seperti gedung Empire State di New York. Sampai sekarang hukum-hukum Newton masih menjadi landasan bagi bidang rekayasa mekanik modern.

Tahun-tahun terakhir
       Selama lebih dari dua piluh tiga tahun berikutnya ia tetap menduduki jabatan puncak baik dalam lingkungan cendekiawan maupun dalam pengabdiannya sebagai pegawai negeri. Ia tidak menerbitkan karya-karya besar lagi, namun dua karya ilmiah terbesar yang telah dipersembahkannya kepada dunia sudah lebih dari cukup. Dua karya yang membahas bidang-bidang fisika yang sama sekali berbeda.  Pada tahun yang sama dengan saat Opticks diterbitkan, Isaac Newton dianugerahi status ksatria sebagai imbalan jasa-jasanya. Dialah ilmuwan pertama yang boleh menyandang gelar Sir di depan namanya.




Sir Isaac Newton 


Warisan Newton
       Sir Isaac Newton meninggal pada tanggal 20 Maret 1727, dalam usia delapan puluh empat tahun, sesudah menderita sakit dan berbaring di tempat tidur selama beberapa bulan. Jenazahnya dikuburkan di pemakaman raja-raja, ratu-ratu dan bangsawan tinggi Inggris di Westminister Abbey London pada tanggal 4 April. Begitu terhormatnya ilmuwan ini selama hidupnya sehingga seminggu sebelum dimakamkan, jenazahnya disemayamkan dahulu di Abbey, sebuah prosedur penghormatan yang biasanya hanya berlaku bagi keluarga raja. Sulit untuk menyangkal sumbangan Sir Isaac Newton kepada dunia ilmu pengetahuan. Bagi banyak orang, ia dipandang sebagai ilmuwan terbesar dalam sejarah. Ia memang seorang yang berwatak keras dan pendebat sehingga ia tidak pernah bisa menerima kenyataan bahwa ada orang lain yang berbeda pendapat dengan dia. Ia akan berjuang mati-matian melawan penentangnya sampai menang. Oleh karena itu, cukup banyak juga orang yang tidak menyukainya. Tampaknya ia semakin eksentrik di hari tuanya, begitu sukanya ia dilukis sehingga setiap dua atau tiga tahun ia minta dibuatkan yang baru.Ini sebabnya megapa potret si tua Newton tersisa cukup banuak sampai sekarang. Ia tidak pernah menikah sehingga tidak mempunyai ahli waris. Tanah pertanian yang diwarisi dari ayahnya diambil oleh keturunan dari ayah tirinya, Barnabas Smith, akan tetapi, Newton telah meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berharga ketimbang kekayaan materi. Ia menciptakan cara yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.
       Sekarang, lebih dari 350 tahun sesudah kelahirannya, para para ilmuwan di seluruh dunia dan di semua bidang studi masih menggunakan prinsip-prinsip serta gagasan-gagasan yang diletakkan oleh manusia mengagumkan ini,  Sir Isaac Newton.
      Demikianlah untuk postingan kali ini, Bacaan yang telah saya rangkum dari berbagai sumber, semoga dapat menjadi bahan inspirasi, dan wawasan.







Sumber : Wikipedia, Ilmuwan yang mengubah dunia (alih bahasa) by : Michael White (Gramedia)