20/06/17

20 Atlit berprestasi di seantero dunia, dari zaman kuno hingga zaman modern

         Pada postingan kali ini saya menampilkan para atlit berprestasi dari zaman ke zaman, mulai abad sebelum masehi hingga zaman modern, para atlit ini membentuk sejarah olahraga di dunia.


1.  Milo Dari Crotona
(558 tahun sebelum Masehi)
       Milo lahir di Crotona (sebuah wilayah yang kini dikenal dengan nama Calabria) pada 558 tahun sebelum Masehi, Milo sama populernya dengan para pahlawan Yunani dalam dongeng. Karir atletiknya, yang kebetulan bersamaan dengan era Olimpiade kuno, terbentang selama 25 tahun, dan mendatangkan ketenaran baginya. Ia mungkin atlet yang paling dominan dalam olahraga apapun sepanjang sejarah. Sebagaimana seorang penulis zaman purba mengatakannya : “Tak ada dewa maupun manusia yang dapat mengalahkannya !”.  Menurut catatan kuno : Milo adalah seorang pria yang membawa seekor heifer berusia 4 tahun dibahunya, dimana berta dari hewan yang dibawanya paling sedikit 450kilogram, hal itu merupakan cara tersulit. Ini dikombinasikan dengan jarak yang harus ia tempuh ~ sepanjang stadion Olimpiade, yakni lebih darti 600 kaki (600 kaki ukuran Olimpiade kuno sama dengan 630,74 kaki menurut ukuran di Amerika masa kini). Milo adalah juara gulat dalam6 kali Olimpiade, tujuh kali Pekan Olahraga Pythian,sembilan kali Nemean dan 10 kali Ismian. Ia gagal merebut medali emas yang ke tujuhnya hanya krena pertandingan gulat yang dibatalkan karena tak seorangpun dari para lawananya yang memiliki keberanian untuk datang pada waktu yang ditentukan, atau karena satu-satunya lawan Milo, Timastheos, menolak untuk mendekati dia ketika sudah berada di arena gulat. Milo dianggap yang terbesar dari semua atlit Olimpiade kuno.

2.    Polydamas
       (408 tahun sebelum Masehi)
             Barangkali atlit terbesar dari zaman purba untuk jenis olah raga gabungan tinju dan gulat adalah Polydamas.Ia telah memenangkan banyak kejuaraan pankration, termasuk salah stunya pada Olimpiade yang diselenggarakan 408 tahun sebelum Masehi,dan melegenda berkat kekuatannya di seluruh wilayah Mediterania. Faktanya, Lucian, seorang pencatat yang menulis pada tahun 2 Masehi,menempatkan Plydamas dalam deretan para atlit besar yang mencakup dia sendiri, Milo dari Crotona dan Glaukos, seorang atlit yang sama sekali tidak dikenal oleh para penulis olahraga masa kini. Pencatat Yunani purba, Pausanius, menempatkan Polydamas sebagai orang terbesar (tubuhnya) di seluruh Yunani, dan diperkirakan, berdasarkan patung yang dibuat untuknya, bahwa ia memiliki tinggi 6 kaki 8 inci, dengan berat kurang lebih 150 kilogram. Kekuaatnnya telah dikenal secara luas ~ hendaklah diingat bahwa,sementara bangsa-bangsa masakini membanggakan para atlit mereka, di zaman purba justru para penguasa negara-lah yang secara pribadi menaruh perhatian kepada para atlit mereka. Raja Darius I dari Persia adalah penguas yang merasa iri karena keberuntungan Yunani memiliki Polydamas sebagai juara, ia mengundang Polydamas ke istananya untuk bertanding melawan 3 dari para prajurit terkuat-nya, sekaligus juga para pengawal pribadinya. Diantara prestasi yang pernah ia capai : tanpa senjata, dan diserang oleh seekor singa, Polydamas dikatakan berhasil membunuh hewan itu hanya dengan tangan kosong; ia pernah dihadapkan dengan sebuah kereta perang yang tengah berlari, dan berhasil mendorong mundur kereta itu.

3.  Leonidas dari Rhodes
(51 – 96 Masehi)
     Pada Olimpiade kuno yaitu 164 tahun sebelum Masehi, Leonidas memenangkan seluruh 3 perlombaan dalam 4 Olimpiade berturut-turut,sejak 164 hingga 152 tahun sebelum Masehi ~ sebuah prestasi tak terduga yang mengawali perubahan dalam filosofi olahraga pada zamannya. Sebelum ia mencapai prestasi ini, banyak yang mencurahkan pikirannya terhadap perbedaan diantara ke tiga jenisa perlombaan tersebut. Faktanya pencatat Philostratos, yang menulis pada tahun 230, menguraikan dengan terinci tentang syarat-syarat fisik apa saja yang sebaiknya dimiliki oleh peserta dari ketiga perlombaan tadi.  Tiga dari perlombaan utama yang menggunakan kaki pada Olimpiade kuno adalah hoplitodromos. Para pelari Hoplitodromos hendaknya mempunyai pinggang yang kuat dan lutut yang “agak miring keatas”, sehingga mereka dapat membawa perisai dengan mudah. Tidak banyak lagi yang diketahui tentang Leonidas dari Rhodes, kecuali bahwa ia adalah seorang pelari istimewa yang secara mendasar mengubah bidang olahraga yang ia tekuni.
  
4.  Honus Wagner
(1874 – 1955 Masehi)
      Dilahirkan dengan nama John Peter Wagner di Carnegie, Pennsylvanya pada tanggal 24 February 1874. Julukan “Honus” (salah satu variasi dari Hans) muncul, ketika ia dikenal sebagai “Si Belanda terbang” di dunia baseball. Prestasi-prestasi besarnya antara lain : mencetak rekor untuk pukulan terbanyak, 3430; memukul run paling banyak, 1740; mencapai base paling tinggi, 4878; memimpin liga untuk batting dalam kurun waktu cukup panjang, 8 kali; dan terbanyak melakukan pukulan lebih dari 300, yakni 17 kali. Wagner pertamakali bermain untuk Steubenville, team dari Ohio, pada tahun 1895; pada tahun 1896, ia pindah ke sebuah team di Paterson, New Jersey , dimana ia menarik perhatian dari pemilik Loiusville Colonels, Barney Dreyfuss. Ia pensiun pada usia 43 tahun, namun kembali ke Pirates sebagai pelatih pada tahun 1933 hingga 1951. Honus wafat pada tanggal 6 Desember 1955 pada usia 81 tahun.

5.  Helen Wills Moody
(1905 Masehi)
      Dilahirkan di centerville, Kalifornia pada tahun 1905,dan memilih sebuah karir yang mencengangkan dunia. Rekornya sebagai juara tunggal Wimbledon sebanyak 8 kali tidak terpatahkan hingga tahun 1990. Ia juga memenangkan 3 gelar juara ganda di turnamen bergengsi ini. Meraih 7 gelar di kejuaraan Tunggal Nasional Amerika dan 4 ganda;  Satu-satunya wanita Amerika yang mendapat medali emas untuk tenis pada Olimpiade tahun 1924. Pada usia 14, ia berhasil mengalahkan ayahnya sendiri untuk pertama kali, dan ini memberikan dia keanggotaan pada Klab Tenis Berkeley, dimana iamenang dalam kejuaraan Yunior PantaiPasifik; pada usia 15, ia memenangkan gelar juga Yunior Nasional; dan pada usia 16, berhasil mencapai babak final Nasional di Forest Hills. Pada usia 17, di tahun 1923, ia mengalahkan Molla Mallory 62-61 untuk menjadi juara Nasional.

6.  Rocky Marciano
(1923 – 1969)
     Rekor tinju profesionalnya adalah 49 menang,dan tak pernah kalah. Ia bertanding melawan semua petinju terbaik dari semua gaya, dan menang. Ironisnya, dengan tinggi 5 kaki 11 inci dan berat 185 pon (kira-kira 95 kg), ia adalah salah satu juara kelas berat terkecil, dengan jangkauan hanya 68 inci. Ia adalah seorang “pecinta keluarga”, dan dikenal sebagai orang yang mudah tersentuh. Namun ia bertanding dengan fokus penuh, tak kenal menyerah. Ketika ia mengalahkan Joe Louis pada tanggal 26 Oktober 1951. Ia lahir di Brockton, Massachusets pada tanggal 1 September 1923, dengan nama kristen Rocco Francis Marchegiano. Ketika bergabung dengan AD, ia memenangkan “pertandingan tinju”- nya yang pertama (melawan rekan sesama penghuni kamp) dalam dua ronde. Setelah usai tugas,ia menjadi seorang petinju amatir, dan hanya kalah satu kali dalam karir amatirnya. Pada pertandingan tinju pro-nya yang pertama, ia meng KO Lee Epperson dalam 3 ronde pada tanggal 17 Maret 1947. Kemudian ia mengikat kontrak dengan manager Al Weill, yang bersama pelatih Charley Goldman,merubah Marciano dari seorang “tukang berkelahi” menjadi petinju. Marciano menghadapi Jersey Joe Walcott yang memiliki teknik tinggi dan cerdik dalam perebutan gelar pada tanggal 23 September 1952, akhirnya ia mampu meng-KO Walcott pada ronde ke 13. Pertandingan melawan Archie Moore adalah yang terakhir baginya : pada tanggal27 April 1956, Marciano mengundurkan diri dari dunia tinju.


7.  Bob Cousy
(1928 Masehi)
      Robert  Joseph “ Bob” Cousy dikenal untuk permainan fenomenalnya, yang merubah total permainan basket. Lahir dalam keluarga imigran Perancis di kota New York pada tanggal 9 Agustus, 1928,Cousy hanya dapat bicara bahasa Perancis hingga usia 6 tahun. Keluarganya pindah ke St. Albans, Quenns ketika ia berusia 12 tahun, dan selama masa SMP-nya, ia mulai bereksperimen dengan permainan bola ~ melakuan passing dari belakang dan muslihat tangan lain yang dapat menipu lawan untuk memenangkan team-nya sendiri. Ia melanjutkan pelajaran ke Holy Cross College dengan beasiswa basket,dimana selama bertahun-tahun yunior dan seniornya, ia memimpin Crusaders untuk memenangkan 26 pertandingan berturut-turut dan 2 musim yang fenomenal.Kemampuan olah-bolanya mempengaruhi seluruh lima anggota regu inti, dan ia dijuluki “Houdini dari Hardwood”. Cousy bergabung dengan Boston Celtics dan mengangkat klab itu ke tempat kedua di wilayah Timur. Pada tahun 1952, Chuck Share dan Bill Sharman bergabung, berdasarkan pertimbanagn Auerbach, pelatih Celtics, bahwa mereka dapat membantu memperkuat team mereka di bawah pimpinan Cousy. Padapertandingan play-off untuk wilayah Timur di tahun 1953 melawan Syracuse Nats, Cousy mencetak 10 tembakan lapangan dan sebuah rekor play-off 30 dari 32 lemparan bebas, dengan 50 angka keseluruhan. Pada pertengahan musim kompetisi 1956-57, team ini mengambil Bill Russel. Russel, dengan kecerdikannya dalam bertahan, dan Cousy, dengan permainannya yang brilian, memimpi Celtics untuk menjadi juara di tahun 1957, dan dari tahun 1959 hingga 1963

8.  Patricia Mc Cormick
(1930 Masehi)
      Dilahirkan di dekat Seal Beach, Kalifornia, dan dengan cepat mampu bermain di air, memenangkan gelar loncat indah pertamanya, Piala Emas satu meter Long Beach, pada usia 14 tahun. Patricia adalah satu-satunya peloncat indah wanita yang memenangkan dua medali emas pada 2 Olimpiade berturut-turut, keduanya untuk papan statis dan papan pelontar, pada tahun 1952 dan 1956. Latihannya sangat bersemangat, dan ia seringkali mempraktekkan gaya loncat yang berbahaya untuk mempersiapkan dirinya terhadap keindahan dan akurasi yang diperlukan guna memenangkam kompetisi-kompetisi besar, dimana cara melompat seperti itu tidak diperbolehkan. Pada tahun 1951, ia adalah Juara Amerika. Pada tahun 1950, ia telah menjadi wanita pertama yang menyapu semua gelar loncat indah luar-ruang Persatuan Atletik Amatir (AAU).Pada tahun 1952, ia memenangkan semua gelar AAU juga. Pada Olimpiade-nya yang pertama di Helsinki, Finlandia, ia memenangkan satu dari dua medali emas Olimpiadenya. Ia kembali mencatat  prestasi yang sama di Olimpiade Melbourne, Australia pada tahun 1956. Dalam suatu jenis olahraga yang menuntut konsentrasi penuh, keberanian, dan semangat yang nyaris diluar batas kemampuan manusia, Pat Mc Cormick dikenal sebagai peloncat indah terbesar di dunia selama masa kejayaannya, dan memberi contoh untuk diikuti oleh para peloncat indah lainnya.

9.  A.J. Foyt
(1935 Masehi)
     A.J. memenangkan lomba pertamanya melawan seorang pembalap dewasa ketika ia masih berusia 5 tahun, dengan sebuah mobil yang dibuat ayahnya sendiri. Lahir dengan nama Anthony Joseph, Foyt adalah salah satu pembalap terbesar pada zamannya. Karir balapnya yang subur telah menghasilkan kemenangan di hampr setiap arena dimana ia turut serta, kecuali lomba “drag racing” yang yang kecepatannya sangat liar dan tak terkontrol. Pada usia 18 tahun,ia pergi ke bagian Barat tengah Amerika, berlomba melawan nama-nama besar di awal tahun 50’an. Ia sudah dikenal ketika bergabung dengan USAC, sebuah persiapan dimuka untuk turut dalam perlombaan Indy 500. Ia tercatat memenangkan lomba Indy Car, diantaranya : Juara di Indianapolis 500 sebanyak 4 kali : tahun 1961, 1964, 1967 dan 1977. Diantara perlombaan besar yang pernah ia menangkan adalah Daytona 500 dan 24 jam Le Mans di tahun 1967. Juara Klab Mobil Amerika Serikat (USAC) dengan rekor 7 kali, pada tahun 1960, 1961, 1963, 1964, 1967, 1975 dan 1979; dan ia memenangkan Daytona 24 jam sebanyak 2 kali, di tahun 1983 dan 1985.

10. Pele
(1940 Masehi)
      Pele dilahirkan sebagai Edson Arantes do Nascimento di Tres Coracoes, Brazil, pada tanggal 23 Oktober, 1940. Ayahnya adalah seorang pemain pro sepakbola, namun cedera lututnya memaksa dia untuk pensiun,dan ketika Pele berusia 4 tahun, mereka pindah ke Bauru.Ketika anak-anak,Pele bergabung dengan teman yunior kota Bauru, yang menghasilkan gelar juara yunior selama 3 tahun berturut-tirit.Lalu ia ditarik oleh Santos,salah satu team pro utama saat iotu. Ia mencatat rekor lig, 17 gol, pada tahun pertamanya. Ia terpilih ke Brazil di tahun 1958. Brazil memenangkan Piala itu, dengan mengalahkan Swedia 5-2 di final.
Setelaj memimpin Brazil merebut 3 jkali juara Piala dunia, ia pensiun dari team nasional Brazil pada tahun 1970.Namun atas permintaan Cliuve Toye, presiden klab sepakbola New York, Cosmos ia bergabung dengan Santos dari tahun 1975 hingga 1978,umtuk membuat jutaan rakyat Amerika terpesona pada permainan ini. Secara keseluruhan, Pele telah mencetak 1282 gol dalam 22 tahun, dan merupakan dutabesar olahraga untuk cabang yang dicintainya bagi seluruh dunia.


       Pembaca, untuk sementara postingan sampai disini dulu (10 atlit), dan tidak semua atlit ditampilkan gambarnya. Pada postingan berikutnya akan saya lanjutkan 10 atlit lainnya.       Demikianlah, semoga terinspirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar